Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Al-Qur'an dan politik

Apa hubungannya al-Qur'an dengan politik? Tidak ada. Al-Qur'an bukan kitab politik. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi tentang petunjuk agar hidup bahagia di dunia dan akhirat. Jadi, jika ada yang menggunakan al-Qur'an sebagai justifikasi atas tindakan, pilihan atau peristiwa politik, maka dia sudah mabuk politik. Dan itu berbahaya. Sebab tanpa sadar, dia sudah membawa al-Qur'an dari yang suci ke tempat yang hina:politik. Tidak adakah ayat yang berbicara tentang perebutan kekuasaan? Ada, seperti ayat tentang Nabi Daud as yang berperang dengan Jalut, Nabi Musa a dan Fir'aun, atau tentang Nabi Yusuf di Mesir. Tetapi bukan berarti para politikus dan pendukungnya menggunakan al-Qur'an sebagai dasar pembenaran atas dukungannya dalam berpolitik. Itu keliru. Dan tidak etis. Bermain-main dengan al-Qur'an adalah menjadikan al-Qur'an eebagai alat kampanye. Tidakka cara lain selain menggunakan kitab suci? Mau berpolitik apa mau ngaji? Jika ...

Santri dan pahitnya politik menjelang pilpres 2019

Di mulainya tahun politik membuat semua orang seakan larut di dalam hingar bingar dan panas dingin pilpres. Dimulai dengan kontroversi terjungkalnya Mahfudz MD sebagai cawapres Jokowi yang semula sangat kuat akan mendampingi Petahana di pilpres 2019. Dilanjut dengan curhat panjang Mahfudz MD di ILC yang menguak kronologi gagalnya dia maju menjadi cawapres dengan menyeret beberapa nama besar, seperti Muhaimin Iskandar. Terpilihnya KH. Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi menyisakan kegalauan tersendiri bagi sebagian santri yang kontra Jokowi. Mau tidak mau mereka harus "menyerang" KH. Ma'ruf Amin. Dan disinilah ujian terberat seorang santri, sebab menyerang kiai adalah pantangan terbesar. Kiai di mata santri Kiai bagi seorang santri adalah orang tua ruh, jiwa, yang harus lebih dihormati daripada orang tua kandung. Sehingga jika ada perbedaan antara perintah orang tua dan kiai, maka yang didahulukan adalah perintah kiai. Bahasa kiasan yang pernah dipakai oleh Gus ...

HRS Dukung Prabowo-Sandi

Gambar
Siapa yang tidak kenal dengan HRS? Imam besar Front Pembela Islam, FPI. HRS memiliki pengaruh besar dan banyak pengikut dan simpatisan fanatik yang lumayang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Bukti paling mutakhir adalah aksi bela Islam 212 dan 411 di Jakarta yang menuntut hukuman bagi Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok atas tuduhan penistaan agama. FPI bukan ormas politik, akan tetapi PA 212 sepertinya memiliki hasrat turut ikut dalam politik praktis. Bagaimana dengan HRS sendiri? Kita belum tau pasti, karena sampai saat ini HRS masih di Arab Saudi, hanya saja beberapa tokoh politik pernah menemui HRS di Arab Saudi untuk meminta dukungan politik. Apakah sudah bisa dipastikan HRS dan FPInya akan mendukung Prabowo-Sandiaga? Belum ada data valid tentang dukungan HRS ke pasangan Prabowo-Sandiags. Hanya saja, HRS hampir tidak akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Maka yang perlu dilakukan oleh Prabowo-Sandiaga adalah mendapatkan dukungan HRS secepat mungkin dengan cara...

Politik PHP vs Politik Kardus

Gambar
Dua kubu Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami suatu yang dramatis di detik-detik terakhir deklarasi cawapres. Di kubu Prabowo, muncul tanpa dugaan nama Sandiaga S. Uno sebagai cawapres Prabowo mengalahkan nama UAS, AHY, dan Habib Salim As-Segaf. Hanya saja terjadi kebocoran bahwa ada dana 500 M untuk PKS dan PAN yang dikatakan oleh salah satu petinggi Partai Demokrat. Dan ini menjadi cacat sendiri di mata publik jika hal itu ada tindak lanjut. Permainan politik ala Sandiaga lalu dikenal dengan nama politik kardus. Permainan politik ala Sandiaga kurang rapi dan tidak cantik. Sedangkan di kubu Jokowi, nama KH Ma'ruf Amin muncul mengalahkan Mahfudz MD. Mahfudz MD menjadi korban PHP yang kedua kalinya setelah pada tahun 2014 lalu juga diPHP oleh Jokowi dan partai koalisinya. Politik PHP yang dialami oleh Mahfudz MD menjadi cacat tersendiri di mata publik. Publik akan menilai bahwa itu adalah sebuah bentuk kebohongan! Pak Mahfudz dengan legowo menerima politik PH...

Mingkemo! Menyikapi Manuver Politik Jokowi-Ma'ruf Amin

Gambar
Mingkemo! Foto:  Radar karawang Andai orang yang tidak tau apa-apa tidak banyak komentar, maka akan sedikit pertentangan di antara manusia, begitulah yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Dan itu juga yang terjadi di jaman sekarang, yang tidak tau apa-apa banyak komentar, sembari menyalahkan andai tidak sesuai dengan asumsinya sendiri. Menghadapi orang seperti ini cukup rumit, karena dia sudah membangun asumsi yang dia yakini kebenarannya, sehingga penjelasan macam apapun tidak akan bisa mengubah asumsi tersebut. Contoh paling gampang adalah Jokowi di mata para haters. Bukan bermaksud menyanjung Jokowi, akan tetapi ini hanya contoh saja. Mereka sudah yakin seyakin-yakinnya bahwa Jokowi adalah kata lain dari sebuah kesalahan atau Jokowi adalah salah. Nah, apapun yang dikerjakan oleh sang presiden RI ini pasti salah. Tidak ada yang benar. Andaipun benar, maka mereka masih mencari kesalahan Jokowi. Misalnya, sang presiden sedang shalat. Dimana salahnya orang shalat? Sebaga...

Logika Tempurung: perang logika dalam politik Islam

Gambar
Logika Tempurung: Cebong vs kampret Foto:  Kompasiana.com Dalam dunia perpolitikan kekinian ada dua istilah ngetren: kecebong atau biasa disingkat cebong adalah pendukung presiden Joko Widodo dan pemerintah, dan kampret adalah pendukung Prabowo Subianto atau yang bukan pendukung Prabowo akan terapi kontra Presiden Joko Widodo dan pemerintah. 'Perang' dua kubu ini cukup panas dan menarik, dan sudah berlangsung selama 4 tahun, sejak Jokowi naik menjadi Presiden Republik Indonesia. Baik "perang" di dunia maya atau di dunia nyata, tetapi tidak sampai ada pertumpahan darah. Sedangkan logika tempurung adalah istilah untuk cara berpikir para cebong dalam berdebat dan berargumentasi. Istilah logika tempurung ini menggambarkan  cara berpikir yang sempit, kaku, tidak kritis. Logika Tempurung dalam Islam Pada masa awal islam, logika tempurung sudah nampak saat munculnya kaum khawarij, para mualaf yang tidak mau belajar Islam dengan benar, hanya mau mengambil langsun...

Jangan Fitnah KH. Ma'ruf Amin

Gambar
Jika mengaku Santri, NU dan Umat Islam agar KH. Ma'ruf Amin Cucu Syeikh Nawawi Al-Bantani tidak difitnah lagi. Foto: jateng.tribunnews.com CUCU MBAH KHOLIL BANGKALAN INGATKAN ORANG YANG PURA-PURA KASIHAN KEPADA KH. MA'RUF AMIN TAPI HATINYA PENUH KEDENGKIAN MIRIP DENGAN IBLIS YANG PURA-PURA KASIHAN TERHADAP ADAM. Apakah kalian tau bagaimana Iblis mengeluarkan Nabi Adam dan Sayyidatina Hawa’ dari surga?? Coba kalian baca Tafsir As-Showi Juz 1 halaman 43-44, disana tertulis: “بأن قال لهما هل أدلكما  على شجرة الخلد، وقاسمهما بالله أنه لهما لمن الناصحين." Iblis berkata: Apakah kalian mau saya tunjukkan kepada kalian berdua tentang pohon khuldi (pohon yg membuat kekal di surga)?? Kemudian Iblis pun bersumpah: ”Demi Alloh sesungguhnya ia (Iblis) kepada mereka berdua (Adam dan Hawa) adalah yg memberi nasehat baik. Begitulah iblis, berpura-pura belas kasihan kepada Adam, kelihatannya memberi nasehat, berpura-pura menyayangi Nabi Adam, tapi sesungguhnya ia sangat...