Logika Tempurung: perang logika dalam politik Islam
Logika Tempurung: Cebong vs kampret
Dalam dunia perpolitikan kekinian ada dua istilah ngetren: kecebong atau biasa disingkat cebong adalah pendukung presiden Joko Widodo dan pemerintah, dan kampret adalah pendukung Prabowo Subianto atau yang bukan pendukung Prabowo akan terapi kontra Presiden Joko Widodo dan pemerintah.
'Perang' dua kubu ini cukup panas dan menarik, dan sudah berlangsung selama 4 tahun, sejak Jokowi naik menjadi Presiden Republik Indonesia. Baik "perang" di dunia maya atau di dunia nyata, tetapi tidak sampai ada pertumpahan darah.
Sedangkan logika tempurung adalah istilah untuk cara berpikir para cebong dalam berdebat dan berargumentasi. Istilah logika tempurung ini menggambarkan cara berpikir yang sempit, kaku, tidak kritis.
Logika Tempurung dalam Islam
Pada masa awal islam, logika tempurung sudah nampak saat munculnya kaum khawarij, para mualaf yang tidak mau belajar Islam dengan benar, hanya mau mengambil langsung dari Al-Qur'an, sehingga pemahaman mereka keliru disebabkan pengetahuan yang dangkal.
Di era berikutnya, logika Tempurung menyebabkan fanatisme buta terhadap suatu madzhab. Hal ini terjadi setelah pintu ijtihad tertutup.
Rumusan nalar fikih yang ditulis oleh Imam As-Syafi'i dalam ar Risalahnya tidak membuat para intelektual Islam-tentu setelah tertutupnya pintu ijtihad- bisa meneruskan khazanah keilmuan, sehingga yang terjadi adalah taqlid buta, dan tentunya sangat berbahaya sebab bisa memicu konflik antar umat Islam sendiri.
Sejarah kelam umat Islam pada masa awal Islam diperparah dengan campur-aduknya teologi(iman-kafir) dan politik kekuasaan. Ketika seorang penguasa berkuasa, dia akan berupaya menerapkan dan memaksakan madzhabnya kepada seluruh masyarakat. Yang terjadi kemudian adalah tragedi-tragedi kelam, seperti al mihnah atau di abad sekarang apa yang dilakukan oleh Wahabi di Arab Saudi.
Foto: Kompasiana.com
Dalam dunia perpolitikan kekinian ada dua istilah ngetren: kecebong atau biasa disingkat cebong adalah pendukung presiden Joko Widodo dan pemerintah, dan kampret adalah pendukung Prabowo Subianto atau yang bukan pendukung Prabowo akan terapi kontra Presiden Joko Widodo dan pemerintah.
'Perang' dua kubu ini cukup panas dan menarik, dan sudah berlangsung selama 4 tahun, sejak Jokowi naik menjadi Presiden Republik Indonesia. Baik "perang" di dunia maya atau di dunia nyata, tetapi tidak sampai ada pertumpahan darah.
Sedangkan logika tempurung adalah istilah untuk cara berpikir para cebong dalam berdebat dan berargumentasi. Istilah logika tempurung ini menggambarkan cara berpikir yang sempit, kaku, tidak kritis.
Logika Tempurung dalam Islam
Pada masa awal islam, logika tempurung sudah nampak saat munculnya kaum khawarij, para mualaf yang tidak mau belajar Islam dengan benar, hanya mau mengambil langsung dari Al-Qur'an, sehingga pemahaman mereka keliru disebabkan pengetahuan yang dangkal.
Di era berikutnya, logika Tempurung menyebabkan fanatisme buta terhadap suatu madzhab. Hal ini terjadi setelah pintu ijtihad tertutup.
Rumusan nalar fikih yang ditulis oleh Imam As-Syafi'i dalam ar Risalahnya tidak membuat para intelektual Islam-tentu setelah tertutupnya pintu ijtihad- bisa meneruskan khazanah keilmuan, sehingga yang terjadi adalah taqlid buta, dan tentunya sangat berbahaya sebab bisa memicu konflik antar umat Islam sendiri.
Sejarah kelam umat Islam pada masa awal Islam diperparah dengan campur-aduknya teologi(iman-kafir) dan politik kekuasaan. Ketika seorang penguasa berkuasa, dia akan berupaya menerapkan dan memaksakan madzhabnya kepada seluruh masyarakat. Yang terjadi kemudian adalah tragedi-tragedi kelam, seperti al mihnah atau di abad sekarang apa yang dilakukan oleh Wahabi di Arab Saudi.

Komentar
Posting Komentar