Tafsir Politik surat al-An'am ayat 10: Politik ora usah nesu
🕋
📖 *#Ayat Kita Hari Ini. Kamis 25 Dzulhijjah 1439/ 06 September 2018*
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
📖 *Surat Al-An'am Ayat 10*
___________________________
TAFSIR TEMATIK
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Hinaan, celaan kepada para Rasul sebelum Muhammad saw adalah menjadi penyebab diadzabnya umat terdahulu oleh Allah.
Dalam dua ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang musyrik menghina Nabi untuk menurunkan malaikat sebagai bukti kebenaran ajaran Nabi Muhammad saw. Tuntutan yang berbau hinaan itu lalu diturunkannya surat al-An'am ayat 10 ini.
Apakah jika malaikat turun membenarkan ajaran Nabi Muhammad saw, mereka akan beriman? Surat al-An'am ayat 8 menjelaskan bahwa sekalipun malaikat turun, mereka tidak akan beriman.
Pada masa Nabi Musa As, Bani Israil malah menantang Nabi Musa As agar mereka bisa melihat Allah secara kasat mata sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 55.
Penolakan-penolakan dakwah Islam merupakan sebuah kewajaran, tidak ada yang aneh. Yang beresika terkena adzab adalah penolakan atau pengingkaran bahkan kekafiran yang disertai dengan caci-maki.
Andai hanya tidak mau dengan dakwah Islam atau kafir saja tanpa ada caci-maki, sejauh yang bisa kita saksikan adalah mereka bisa hidup tenang bahkan sejahtera, sebagaimana masa-masa kerajaan dulu.
Penolakan yang beresiko terkena adzab juga adalah penolakan disertai dengan tindakan penganiayaan, misal pemukulan, pelemparan, atau bahkan pembunuhan. Kisah tentang selamatnya Tha'if saat melempari Rasulullah adalah karena beliau yang melarang malaikat Jibril mengangkat gunung Uhud yang akan dilemparkan pada penduduk Tha'if. Dan doa Rasulullah, ya Allah tunjukkan kaumku karena mereka tidak tahu. Berbeda dengan umat Nabi Nuh as yang berdoa, wahai Tuhanku, jangan sisakan di muka bumi ini orang kafir, sebagaimana disebutkan dalam surat Nuh ayat 26.
TAFSIR POLITIK
Caci-maki dan kritik beda jauh. Kritikpun ada yang kritik membangun ada yang menjatuhkan. Ada yang cuma kritik ada yang bisa menawarkan solusi. Maka, kritik yang sehat adalah yang membangun dan ngasih solusi. Kritik yang negatif adalah kritik yang niat menjatuhkan dan tanpa solusi.
Jadi, politikus yang sehat adalah yang bisa mengkritik tapi membangun dan tidak lupa dengan solusi. Disampaikan dengan santai, kalau bisa dengan humor, seperti Gus Dur. Begitupun sebaliknya, politikus kurang sehat yang cuma bisa kritik itupun ngasal. Namanya juga kurang sehat.
Dalam perpolitikan kita, politikus dan pendukungnya yang kurang sehat ada dalam dua kubu: kecebong dan kampret. Tinggal kita lihat, mana yang lebih banyak kurang sehatnya?
Di kubu Prabowo-Sandi, pendukung kurang sehat seperti:
1. Neno W.
Dengan masih ngasong tagar 2019 ganti presiden, yang banyak penolakan. Jika terus ditolak, apa bisa dapat simpati dan suara di tempat yang dituju.
2. Ahmad Dhani
Pria kelahiran Surabaya ini seharusnya bisa kuat di tanah kelahirannya, tapi dengan ditolaknya Dhani, maka pundi-pundi suara di Surabaya tidak bisa dikunci.
Dhani pernah dekat dengan NU, seharusnya itu adalah modal sangat berharga. Tapi tidak digunakan.
3. Prabowo Subianto
Ya, Prabowo sendiri kadang ngasal mengkritik. Misal Indonesia bubar tahun 2030, angka kemiskinan, dlsb. Padahal Prabowo-Dandi sudah didaulat sebagai new hope, yang itu artinya Prabowo harus memberikan harapan-harapan baru bahkan yang tidak masuk akal sekalipun, misal Indonesia akan juara piala dunia.
"ADZAB" POLITIK CACI-MAKI
Politik caci-maki sama sekali tidak sehat bahkan lebih berbahaya, sebab jika calon korban bisa memanfaatkan situasi maka akan menjadi senjata makan tuan. Beberapa kerugian "adzb" politik caci-maki:
A. Menang-kalah sebagai pecundang
Bertarung sebagaimana ksatria sejati. Jika kalahpun akan mendapatkan simpati.
B. Kehilangan harga diri, persahabatan, respek, dan cinta kasih
Saat terlontar kata cacian, maka harga diri sudah hilang, begitu juga dengan sahabat yang tersinggung.
C. Yang menabur angin akan menuai badai.
Hukum karma akan berlaku, yang menanam akan memanen.
Last, politik dibawa santai saja, kaya ngopi di warung. Ora usah nesu barang
📖 *#Ayat Kita Hari Ini. Kamis 25 Dzulhijjah 1439/ 06 September 2018*
وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
📖 *Surat Al-An'am Ayat 10*
___________________________
TAFSIR TEMATIK
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Hinaan, celaan kepada para Rasul sebelum Muhammad saw adalah menjadi penyebab diadzabnya umat terdahulu oleh Allah.
Dalam dua ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang musyrik menghina Nabi untuk menurunkan malaikat sebagai bukti kebenaran ajaran Nabi Muhammad saw. Tuntutan yang berbau hinaan itu lalu diturunkannya surat al-An'am ayat 10 ini.
Apakah jika malaikat turun membenarkan ajaran Nabi Muhammad saw, mereka akan beriman? Surat al-An'am ayat 8 menjelaskan bahwa sekalipun malaikat turun, mereka tidak akan beriman.
Pada masa Nabi Musa As, Bani Israil malah menantang Nabi Musa As agar mereka bisa melihat Allah secara kasat mata sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 55.
Penolakan-penolakan dakwah Islam merupakan sebuah kewajaran, tidak ada yang aneh. Yang beresika terkena adzab adalah penolakan atau pengingkaran bahkan kekafiran yang disertai dengan caci-maki.
Andai hanya tidak mau dengan dakwah Islam atau kafir saja tanpa ada caci-maki, sejauh yang bisa kita saksikan adalah mereka bisa hidup tenang bahkan sejahtera, sebagaimana masa-masa kerajaan dulu.
Penolakan yang beresiko terkena adzab juga adalah penolakan disertai dengan tindakan penganiayaan, misal pemukulan, pelemparan, atau bahkan pembunuhan. Kisah tentang selamatnya Tha'if saat melempari Rasulullah adalah karena beliau yang melarang malaikat Jibril mengangkat gunung Uhud yang akan dilemparkan pada penduduk Tha'if. Dan doa Rasulullah, ya Allah tunjukkan kaumku karena mereka tidak tahu. Berbeda dengan umat Nabi Nuh as yang berdoa, wahai Tuhanku, jangan sisakan di muka bumi ini orang kafir, sebagaimana disebutkan dalam surat Nuh ayat 26.
TAFSIR POLITIK
Caci-maki dan kritik beda jauh. Kritikpun ada yang kritik membangun ada yang menjatuhkan. Ada yang cuma kritik ada yang bisa menawarkan solusi. Maka, kritik yang sehat adalah yang membangun dan ngasih solusi. Kritik yang negatif adalah kritik yang niat menjatuhkan dan tanpa solusi.
Jadi, politikus yang sehat adalah yang bisa mengkritik tapi membangun dan tidak lupa dengan solusi. Disampaikan dengan santai, kalau bisa dengan humor, seperti Gus Dur. Begitupun sebaliknya, politikus kurang sehat yang cuma bisa kritik itupun ngasal. Namanya juga kurang sehat.
Dalam perpolitikan kita, politikus dan pendukungnya yang kurang sehat ada dalam dua kubu: kecebong dan kampret. Tinggal kita lihat, mana yang lebih banyak kurang sehatnya?
Di kubu Prabowo-Sandi, pendukung kurang sehat seperti:
1. Neno W.
Dengan masih ngasong tagar 2019 ganti presiden, yang banyak penolakan. Jika terus ditolak, apa bisa dapat simpati dan suara di tempat yang dituju.
2. Ahmad Dhani
Pria kelahiran Surabaya ini seharusnya bisa kuat di tanah kelahirannya, tapi dengan ditolaknya Dhani, maka pundi-pundi suara di Surabaya tidak bisa dikunci.
Dhani pernah dekat dengan NU, seharusnya itu adalah modal sangat berharga. Tapi tidak digunakan.
3. Prabowo Subianto
Ya, Prabowo sendiri kadang ngasal mengkritik. Misal Indonesia bubar tahun 2030, angka kemiskinan, dlsb. Padahal Prabowo-Dandi sudah didaulat sebagai new hope, yang itu artinya Prabowo harus memberikan harapan-harapan baru bahkan yang tidak masuk akal sekalipun, misal Indonesia akan juara piala dunia.
"ADZAB" POLITIK CACI-MAKI
Politik caci-maki sama sekali tidak sehat bahkan lebih berbahaya, sebab jika calon korban bisa memanfaatkan situasi maka akan menjadi senjata makan tuan. Beberapa kerugian "adzb" politik caci-maki:
A. Menang-kalah sebagai pecundang
Bertarung sebagaimana ksatria sejati. Jika kalahpun akan mendapatkan simpati.
B. Kehilangan harga diri, persahabatan, respek, dan cinta kasih
Saat terlontar kata cacian, maka harga diri sudah hilang, begitu juga dengan sahabat yang tersinggung.
C. Yang menabur angin akan menuai badai.
Hukum karma akan berlaku, yang menanam akan memanen.
Last, politik dibawa santai saja, kaya ngopi di warung. Ora usah nesu barang

Komentar
Posting Komentar