Kampanye sehat gimana sih?

Kampanye tak ubahnya marketing, pemasaran sebuah produk. Bedanya, kampanye memasarkan orang, sedangkan marketing memasarkan barang atau jasa. Kalau kita cermati bersama, ada dua tipe kampanye menjelang pilpres 2019:
Pertama, fokus dengan barang sendiri. Dengan artian menjelaskan kelebihan, keunggulan, dan alasan mengapa harus memilih produk kita.
Kedua, lebih sibuk dagang orang lain dengan mencari-cari kelemahan, kesalahan "toko sebelah". Dan sering lupa memasarkan produk sendiri.
Tipe ini berusaha mengurangi atau gembosi. Dan dalam perang, hal ini masuk dalam strategi memukul mental lawan.
Kerugiannya adalah jika tipe ini tidak melengkapi dengan data yang lengkap dan valid, akan menjadi fitnah dan ini tentu saja menjadi senjata makan tuan. Akan tetapi jika dilengkapi dengan datapun, jika dilakukan terus-menerus, akan mengakibatkan ketidaksukaan calon pembeli.

Bagaimana dengan pilpres 2019?
Menurut penulis, tipe kedua sama sekali tidak bisa membuat para pendukung beralih dukungan, karena para kecebong tidak akan bisa berubah pilihan politik mereka. Yang bisa mengubah politik para kecebong adalah salah langkah politik Jokowi, misal:
1. Saat Jokowi memilih KH. Ma'ruf Amin. Para Ahoker yang juga penduduk Jokowi banyak yang berubah pilihan politik mereka, minimal mereka golput. Apakah situasi ini bisa dimanfaatkan oleh para pendukung Prabowo Sandi? Bisa, tetapi nahan diri agar tidak nyinyir kepada KH. Ma'ruf Amin.
2. KH. Ma'ruf Amin dan FPI
KH. Ma'ruf Amin merupakan salah satu kiai yang dihormati oleh kelompok FPI. akan tetapi FPI selalu bersinggungan dengan kelompok islam moderat. Kelompok Islam moderat kebanyakan pro Jokow. Tersebar isu bahwa KH. Ma'ruf Amin adalah cara untuk mendekati FPI merupkan pukulan telak bagi pendukung Jokowi. Mereka tentu saja tidak akan bisa sebaris dengan FPI, begitu juga sebaliknya.
Lantas apa yang akan terjadi? Jika KH. Ma'ruf Amin benar-benar mendekati FPI, maka pendukung Jokowi akan menarik dukungan pada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dan itu merupakan keuntungan bagi pasangan Prabowo-Sandi untuk bisa menampung para mantan pendukung Jokowi tersebut. Dengan cara menampilkan program islam moderat, anti terorisme dan radikalisme.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak liqo' dan cah pondok, lebih islami mana?

Lucunya Perpolitikan Indonesia

Tafsir Surat as-Sajdah ayat 11: Kematian