Tafsir Surat as-Sajdah ayat 11: Kematian
🕋 📖 *#Ayat Kita Hari Ini. Senin 29 Dzulhijjah 1439/ 10 September 2018*
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.”
📖 *Surat As-Sajdah, Ayat 11*
_______________
Tafsir Tematik: Sisi Lain Kematian
Kematian bukan akhir segalanya, yang berakhir hanya intraksi sosial secara fisik, seperti bertegur sapa dan bercanda dan lain sebagainya. Sedangkan intraksi ruh, masih tetap berlanjut. Misal, manfaat atau keberkahan dari yang sudah meninggal.
Contoh, para wali Allah yang selama hidupnya banyak memberi manfaat dan keberkahan kepada sesama, saat sudah wafatpun masih tetap bisa memberi manfaat dan keberkahan. Ini adalah keyakinan dalam ajaran aswaja ala NU.
Dalam surat Ali Imran ayat 168 dijelaskan bahwa orang-orang yang meninggal dalam membela ajaran Allah masih hidup. Dasar inilah yang dijadikan landasan ziarah kubur ke makam para wali Allah dan ulama yang sudah wafat. Di samping banyak hadits tentang ziarah kubur.
Kematian dan pembunuhan pertama di muka bumi digambarkan dalam al-Qur'an surat al-Maidah ayat 30 tentang kematian Habil yang dibunuh oleh saudaranya sendiri: Qobil.
Kematian terunik adalah kematian 4 ribu Bani Israil yang disebutkan dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 243. Ibnu Abbas menuturkan bahwa telah terjadi bencana tha'un: kematian mendadak ( bahasa medis e mboh..) di sebuah perkampungan. Maka mereka kompak keluar dari kampung tersebut agar tidak meninggal, tetapi oleh Allah penduduk yang sebanyak 4 ribu itu malah meninggal semua. Selang beberapa waktu, mereka dihidupkan kembali saat ada seorang nabi yang melewati mereka.
Di balik diciptakannya kematian adalah sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Mulk ayat 2: untuk menguji siapa yang paling baik dalam beramal.
Tafsir Politik Kematian
Tentu bukan kematian atau meninggalnya tokoh-tokoh politik, tetapi tentang langkah maut politik yang membuat lawan politik mati langkah.
Sejauh ini, langkah maut masih didominasi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, di antaranya:
1. Pemilihan cawapres KH. Ma'ruf Amin membuat kubu Prabowo-Sandi mati langkah. Politik SARA yang dikompori oleh PKS menjadi tidak lagi efektif.
2. Menukarkan dolar dengan rupiah yang dilakukan oleh Sandiaga saat rupiah sedang anjlok disertai dengan ajakan agar para konglomerat juga menukarkan dollarnya. Langkah ini membuat kubu pemerintah yang bekerja keras menjadi sia-sia.
3. Penunjukan Erick Tohir sebagai Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf menurut sebagian kalangan adalah langkah mati bagi Prabowo-Sandi, sebab ET adalah teman dekat Sandiaga. Tetapi ini belum pasti, sebab bisa jadi ET malah belok arah dengan membocorkan langkah-langkah politik Jokowi. Tentu ini adalah kemungkinan terburuk saja.
4. Saat hadir dalam demo 411, yang membuat para "dalang" tidak bisa lagi meneruskan rencana selanjutnya.
Jokowi memang memiliki insting berpolitik yang ciamik. SBY pernah beberapa kali kena jurusnya. Dan beberapa kali harus nge-twit atau konferensi pres untuk membebaskan diri.
Langkah maut dalam berpolitik tentu tidaklah mudah. Membutuhkan imajinasi yang dalam. Secangkir kopi pasti sangat pas untuk mencari inspirasi. Semoga saja, Sandiaga suka ngopi, sebab sepertinya Prabowo tidak suka ngopi. Buktinya saat ke Jombang tidak mampir ngopi. Lah? ...
Trik menumbuhkan Insting langkah maut ini, diantaranya:
1. Analisa titik lemah
2. Cari tindakan tanpa banyak komentar
3. Kurangi kritik jika tak punya solusi. Jikapun sangat ingin mengkritik, gunakan data dan sekakian solusinya.
4. Tunggu reaksi. Jangan terlalu reaktif.
5. Selingi humor. Sejak Gus Dur tiada, politik menjadi suram, tak ada canda tawa. Politikus yang berasal dari pelawakpun tidak mampu membawa jiwa humornya ke panggung politik.
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.”
📖 *Surat As-Sajdah, Ayat 11*
_______________
Tafsir Tematik: Sisi Lain Kematian
Kematian bukan akhir segalanya, yang berakhir hanya intraksi sosial secara fisik, seperti bertegur sapa dan bercanda dan lain sebagainya. Sedangkan intraksi ruh, masih tetap berlanjut. Misal, manfaat atau keberkahan dari yang sudah meninggal.
Contoh, para wali Allah yang selama hidupnya banyak memberi manfaat dan keberkahan kepada sesama, saat sudah wafatpun masih tetap bisa memberi manfaat dan keberkahan. Ini adalah keyakinan dalam ajaran aswaja ala NU.
Dalam surat Ali Imran ayat 168 dijelaskan bahwa orang-orang yang meninggal dalam membela ajaran Allah masih hidup. Dasar inilah yang dijadikan landasan ziarah kubur ke makam para wali Allah dan ulama yang sudah wafat. Di samping banyak hadits tentang ziarah kubur.
Kematian dan pembunuhan pertama di muka bumi digambarkan dalam al-Qur'an surat al-Maidah ayat 30 tentang kematian Habil yang dibunuh oleh saudaranya sendiri: Qobil.
Kematian terunik adalah kematian 4 ribu Bani Israil yang disebutkan dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 243. Ibnu Abbas menuturkan bahwa telah terjadi bencana tha'un: kematian mendadak ( bahasa medis e mboh..) di sebuah perkampungan. Maka mereka kompak keluar dari kampung tersebut agar tidak meninggal, tetapi oleh Allah penduduk yang sebanyak 4 ribu itu malah meninggal semua. Selang beberapa waktu, mereka dihidupkan kembali saat ada seorang nabi yang melewati mereka.
Di balik diciptakannya kematian adalah sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Mulk ayat 2: untuk menguji siapa yang paling baik dalam beramal.
Tafsir Politik Kematian
Tentu bukan kematian atau meninggalnya tokoh-tokoh politik, tetapi tentang langkah maut politik yang membuat lawan politik mati langkah.
Sejauh ini, langkah maut masih didominasi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, di antaranya:
1. Pemilihan cawapres KH. Ma'ruf Amin membuat kubu Prabowo-Sandi mati langkah. Politik SARA yang dikompori oleh PKS menjadi tidak lagi efektif.
2. Menukarkan dolar dengan rupiah yang dilakukan oleh Sandiaga saat rupiah sedang anjlok disertai dengan ajakan agar para konglomerat juga menukarkan dollarnya. Langkah ini membuat kubu pemerintah yang bekerja keras menjadi sia-sia.
3. Penunjukan Erick Tohir sebagai Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf menurut sebagian kalangan adalah langkah mati bagi Prabowo-Sandi, sebab ET adalah teman dekat Sandiaga. Tetapi ini belum pasti, sebab bisa jadi ET malah belok arah dengan membocorkan langkah-langkah politik Jokowi. Tentu ini adalah kemungkinan terburuk saja.
4. Saat hadir dalam demo 411, yang membuat para "dalang" tidak bisa lagi meneruskan rencana selanjutnya.
Jokowi memang memiliki insting berpolitik yang ciamik. SBY pernah beberapa kali kena jurusnya. Dan beberapa kali harus nge-twit atau konferensi pres untuk membebaskan diri.
Langkah maut dalam berpolitik tentu tidaklah mudah. Membutuhkan imajinasi yang dalam. Secangkir kopi pasti sangat pas untuk mencari inspirasi. Semoga saja, Sandiaga suka ngopi, sebab sepertinya Prabowo tidak suka ngopi. Buktinya saat ke Jombang tidak mampir ngopi. Lah? ...
Trik menumbuhkan Insting langkah maut ini, diantaranya:
1. Analisa titik lemah
2. Cari tindakan tanpa banyak komentar
3. Kurangi kritik jika tak punya solusi. Jikapun sangat ingin mengkritik, gunakan data dan sekakian solusinya.
4. Tunggu reaksi. Jangan terlalu reaktif.
5. Selingi humor. Sejak Gus Dur tiada, politik menjadi suram, tak ada canda tawa. Politikus yang berasal dari pelawakpun tidak mampu membawa jiwa humornya ke panggung politik.
Komentar
Posting Komentar