Wahyu dan Tidur: Perdebatan As-Suyuti dan Ar-Rafii
Wahyu itu datangnya dalam keadaan Nabi saw sadar, tidak tidur. Tapi ada satu surat yang turun saat nabi tertidur, yaitu surat al-kautsar.
Para ulama pun "berantem".
" Nggak bisa, itu bukan tidur, tapi karena wahyu yang datang terkadang sangat berat, maka seakan-akan nabi tertidur", kata as-Suyuti.
Ar-Rafii nanggepin dengan santai, "tidur ya tidur. Riber amet. Mimpi nabi-nabi itu wahyu. Kaya cerita adzan, bahkan yang mimpi tentang adzan juga beberapa sahabat nabi, seperti Umar ibn khattab itu". Bedanya, kalau bukan selain nabi namanya ilham atau wangsit, bukan wahyu. Ada ilhamudin armain, pemain timnas Indonesia.
"Nggak bisa. Nabi saw tidak tidur. Itu adalah efek dari wahyu. Kan ada yang ngegambarin bahwa dari beratnya sampai kaya mati. Semua al-Qur'an turun dalam keadaan Nabi saw terjaga", sela as-Suyuti.
Ar-Rafii diem aja. Males nanggepin paling.
Ojil said: tanya ja langsung ke Nabi saw.
Lha, emang kenapa wahyu turun sedangkan nabi harus terjaga, nggak tidur? Al-Qur'an turun dalam keadaan nabi sadar, ini pake teori apa? Ini pertanyaan untuk as-Suyuthi, sang pengarang kitab tafsir Jalalain itu.
Sebagai manusia biasa, mimpi adalah hal yang wajar, apa semua mimpi nabi adalah wahyu? Kalau tidak, maka perlu perincian lebih detail, mana mimpi yang wahyu dan yang nggak? Kalau iya, maka sifat basyariyah, kemanusian nabi dipertanyakan? Ini pertanyaan untuk ar-Rafii tentu.
Baik as-Suyuti maupun ar-Rafii sudah wafat, lha sing ape jawab sopo?
Lha, dalam al-Qur'an surat al-Fath ayat 27 juga dijelaskan bahwa mimpi Rasulullah itu benar. Jika nabi itu mimpi, lalu diceritakan kepada para sahabat, maka jelas bener, sebab yang diucapkan oleh Nabi adalah wahyu (QS: an-Najm:4).
Dalam surat as-Syura ayat 51 disebutin bahwa ada tiga cara Tuhan memberi wahyu:
1. Lewat mimpi, ان يكلمه الله الا وحيا
Sehingga mimpi-mimpi para Nabi itu wahyu. Redaksi ayat ini oleh para mufassir kaya al-Qurtubi ditafsiri dengan mimpi. Ini dapat dari kata yang mana, lha wong artinya, "tidak mungkin bagi manusia bahwa Allah berbicara padanya kecuali wahyu".
Ibn Abbas menuturkan bahwa Jibril as datang kepada semua nabi, dan nggak ada yang bisa melihat, kecuali Muhammad saw, Isa as, Musa as dan Zakaria as. Selain 4 Nabi itu, wahyu lewat mimpi.
Kalau wahyunya sering turun, para nabi juga sering tidur?
2. Nggak live, من وراء حجاب
Dari balik hijab. Bukan hijab-hijab yang dipake cewek-cewek itu ya, sama kaya Nabi Musa di gunung Sinai-deket bromo itu, haha..
3. Lewat Jibril as, يرسل رسولا
Dengan perantara malaikat Jibril as. Kata orang barat, Gabriel. Atau orang mesir kalau ngomong jim itu gim, kaya Januri jadi ganuri. Yang susah kalau ngomong "jangan" jadi " gangan" kalau ngomongnya sama orang madura langsung diambilin kuah sayur, sebab gangan=kuah sayur.
*ayat nya golek i dewe.
Komentar
Posting Komentar