HRS Dukung Prabowo-Sandi
Siapa yang tidak kenal dengan HRS? Imam besar Front Pembela Islam, FPI. HRS memiliki pengaruh besar dan banyak pengikut dan simpatisan fanatik yang lumayang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Bukti paling mutakhir adalah aksi bela Islam 212 dan 411 di Jakarta yang menuntut hukuman bagi Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok atas tuduhan penistaan agama. FPI bukan ormas politik, akan tetapi PA 212 sepertinya memiliki hasrat turut ikut dalam politik praktis. Bagaimana dengan HRS sendiri? Kita belum tau pasti, karena sampai saat ini HRS masih di Arab Saudi, hanya saja beberapa tokoh politik pernah menemui HRS di Arab Saudi untuk meminta dukungan politik.
Apakah sudah bisa dipastikan HRS dan FPInya akan mendukung Prabowo-Sandiaga? Belum ada data valid tentang dukungan HRS ke pasangan Prabowo-Sandiags. Hanya saja, HRS hampir tidak akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Maka yang perlu dilakukan oleh Prabowo-Sandiaga adalah mendapatkan dukungan HRS secepat mungkin dengan cara sowan ke HRS di Arab Saudi. Selanjutnya adalah mendekati alumni 212 yang terpecah.
Dengan mendapatkan dukungan HRS, maka prabowo-Sandiaga akan lebih mudah mendekati dan mendapatkan simpati dari sebagian tokoh dan warga NU. Dengan menjadikan KH. Ma'ruf Amin sebagai Cawapres, Jokowi sudah "mendapatkan" simpati dan suara dari sebagian tokoh dan warga NU.
Hanya saja, sejak dulu, suara NU tidak pernah bisa menjadi satu suara sekalipun tokoh NU maju dalam pilpres, misalnya, saat KH. Hasyim Muzadi maju mendampingi Megawati.
Yang perlu menjadi catatan adalah untuk mendekati NU, Prabowo-Sandiaga mengambil jarak dengan kelompok wahabi, karena NU dan wahabi tidak akan bisa ketemu. Upaya mendekat dengan tokoh-tokoh wahabi sebaiknya tidak diekspos seperti saat Sandiaga bertemu Khalid Basalamah.

Komentar
Posting Komentar