Politik PHP vs Politik Kardus
Dua kubu Prabowo-Sandiaga dan Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami suatu yang dramatis di detik-detik terakhir deklarasi cawapres. Di kubu Prabowo, muncul tanpa dugaan nama Sandiaga S. Uno sebagai cawapres Prabowo mengalahkan nama UAS, AHY, dan Habib Salim As-Segaf. Hanya saja terjadi kebocoran bahwa ada dana 500 M untuk PKS dan PAN yang dikatakan oleh salah satu petinggi Partai Demokrat. Dan ini menjadi cacat sendiri di mata publik jika hal itu ada tindak lanjut. Permainan politik ala Sandiaga lalu dikenal dengan nama politik kardus. Permainan politik ala Sandiaga kurang rapi dan tidak cantik.
Sedangkan di kubu Jokowi, nama KH Ma'ruf Amin muncul mengalahkan Mahfudz MD. Mahfudz MD menjadi korban PHP yang kedua kalinya setelah pada tahun 2014 lalu juga diPHP oleh Jokowi dan partai koalisinya. Politik PHP yang dialami oleh Mahfudz MD menjadi cacat tersendiri di mata publik. Publik akan menilai bahwa itu adalah sebuah bentuk kebohongan!
Pak Mahfudz dengan legowo menerima politik PHP ini, karena melihat sosok KH. Ma'ruf Amin. Sebagai warga NU dan diantara kader terbaik NU, menghormati kiai adalah harga mati! Dan disinilah, kita dipertontonkan permainan politik cantik ala Mahfudz MD. Tidak menonjolkan ambisi politik yang kelewat batas, dan dengan santai menerima "kekalahan", yang menyebabkan dia mendapatkan simpati dan rasa hormat.
Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Mahfudz MD akan menyebrang ke kubu sebelah seperti tahun 2014 dimana Mahfudz MD menjadi ketua tim sukses prabowo-Hatta? Belum bisa diprediksi, hanya saja sampai saat ini Mahfudz MD masih dalam pemerintahan Jokowi-Jk sebagai BPIP, yang bisa diartikan Mahfudz masih di kubu Jokowi
KEKUATAN MAHFUDZ MD
Kekuatan Mahfudz MD ada pada:
1. kejujuran atau istilah paling tepat, blak-blakan. Bicara apa adanya
2. bersih, tidak tersangkut kasus korupsi, sejak menjadi anggota dewan sampai menjadi hakim MK
3. Salah satu santri ideologis terbaik Gus Dur.
4. Mumpuni di bidang hukum negara dan hukum agama. Diangkatnya Mahfudz MD sebagai hakim MK sudah menjadikan bukti bahwa Mahfudz MD memiliki keluasan di bidang hukum negara, sedangkan dalam hukum agama terlihat saat Mahfudz MD perang twit dengan orang HTI tentang khilafah.
Pada intinya, memiliki Mahfudz MD adalah modal besar untuk meraih suara dalam pilpres nanti.

Komentar
Posting Komentar