Al-Qur'an dan politik


Apa hubungannya al-Qur'an dengan politik? Tidak ada. Al-Qur'an bukan kitab politik. Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang berisi tentang petunjuk agar hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Jadi, jika ada yang menggunakan al-Qur'an sebagai justifikasi atas tindakan, pilihan atau peristiwa politik, maka dia sudah mabuk politik. Dan itu berbahaya. Sebab tanpa sadar, dia sudah membawa al-Qur'an dari yang suci ke tempat yang hina:politik.
Tidak adakah ayat yang berbicara tentang perebutan kekuasaan? Ada, seperti ayat tentang Nabi Daud as yang berperang dengan Jalut, Nabi Musa a dan Fir'aun, atau tentang Nabi Yusuf di Mesir. Tetapi bukan berarti para politikus dan pendukungnya menggunakan al-Qur'an sebagai dasar pembenaran atas dukungannya dalam berpolitik. Itu keliru. Dan tidak etis.
Bermain-main dengan al-Qur'an adalah menjadikan al-Qur'an eebagai alat kampanye. Tidakka cara lain selain menggunakan kitab suci? Mau berpolitik apa mau ngaji? Jika tidak bisa berpolitik, ngaji saja. Atau jika tidak bisa ngaji, berpolitik saja. Tidak perlu mencampur-adukkan keduanya.
Jika ingin menggunakan al-Qur'an dalam berpolitik, ambil spirit al-Qur'annya, bukan teks ayatnya, lalu ditafsirkan sesuai afiliasi politik. Itu terlalu ngawur.
Spirit al-Qur'an dalam berpolitik, misal:
1. Adil
Surat an-Nisa ayat 58
3. Tidak dzalim
Surat hud ayat 117
4. Tidak menghujat
Surat al hujarat ayat 11
5. Tidak ingkar janji
Surat al anfal ayat 58

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tafsir Politik surat al-An'am ayat 10: Politik ora usah nesu

Lucunya Perpolitikan Indonesia

Anak liqo' dan cah pondok, lebih islami mana?