Postingan

Kemarab

Akhi-ukhti, ana-anta, cak-cuk-gok Dalam bahasa, bahasa Arab tidak punya tatakrama seperti bahasa Jawa. Akhi-Ukhti, ana-anta adalah kata yang penggunaannya sama dengan lawan bicara beda. Bahkan kepada Tuhan sekalipun. Beda dengan bahasa Jawa, kalau lawan bicara umurnya lebih rendah, menggunakan kata " le, tole, nduk" dlsb. Kalau lawan bicara sama derajatnya, menggunakan kata " koe, koen, awakmu, gok, cuk" dlsb, dan kalau lawan bicara lebih tinggi pangkatnya, menggunakan kata " panjenengan, sampeyan, kulo" dlsb. Bahasa madura juga mirip bahasa Jawa. Orang Jawa yang tinggal di Jawa dan berintraksi dengan orang Jawa, lalu menggunakan bahasa "akhi-ukhti" sungguh tidak nJawani, hilang jati diri, karakter sebagai manusia Jawa. Hilangnya jati diri membuat seseorang menjadi "alien"! Lalu mencari identitas baru yang bukan jati dirinya, budayanya, bahkan sejarahnya. Sebab manusia butuh sejarah-sejarah yang menghubungkan dirinya dengan lingk...

Wahyu dan Tidur: Perdebatan As-Suyuti dan Ar-Rafii

Wahyu itu datangnya dalam keadaan Nabi saw sadar, tidak tidur. Tapi ada satu surat yang turun saat nabi tertidur, yaitu surat al-kautsar. Para ulama pun "berantem". " Nggak bisa, itu bukan tidur, tapi karena wahyu yang datang terkadang sangat berat, maka seakan-akan nabi tertidur", kata as-Suyuti. Ar-Rafii nanggepin dengan santai, "tidur ya tidur. Riber amet. Mimpi nabi-nabi itu wahyu. Kaya cerita adzan, bahkan yang mimpi tentang adzan juga beberapa sahabat nabi, seperti Umar ibn khattab itu". Bedanya, kalau bukan selain nabi namanya ilham atau wangsit, bukan wahyu. Ada ilhamudin armain, pemain timnas Indonesia. "Nggak bisa. Nabi saw tidak tidur. Itu adalah efek dari wahyu. Kan ada yang ngegambarin bahwa dari beratnya sampai kaya mati. Semua al-Qur'an turun dalam keadaan Nabi saw terjaga", sela as-Suyuti. Ar-Rafii diem aja. Males nanggepin paling. Ojil said: tanya ja langsung ke Nabi saw. Lha, emang kenapa wahyu turun sedangkan ...

Anak liqo' dan cah pondok, lebih islami mana?

Gambar
Anak liqo' dan cah pondok, lebih islami Liqo' adalah istilah pengajian orang-orang HTI atau PKS. Liqo sendiri artinya ketemuan. Bahas apa? Yo, mbuh. Yang pasti tentang keislaman. Nggak mungkin tentang sepak bola. Kata " liqo" pernah ternoda, karena ada oknum anggota PKS kena korupsi dan menggunakan kata liqo sebagai kode korupsi. Jebule. Pengajian di pesantren ada bandongan, sorogan, dlsb. Tema pengajian juga seputar keislaman, mulai dari nahwu-shorrof sampai tasawuf. Dan outputnya, mana yang lebih islami? Anak liqo atau cah pondok? Kita lihat: 1. Pakaian Anak liqo' kalau perempuan, pakai cadar, jilbab syar'i yang panjangnya minta ampun. Kalau laki-laki pakai celana atas tumit. Kaya orang kebanjiran. Anak pesantren, kalau perempuan, pakai jilbab biasa. Tanpa cadar. Ada yang bercadar, tapi jarang. Kalau laki-laki, nggak jelas: sesuai dengan "mode" yang lagi trend di pesantren masing-masing. Ada yang gondrong, ada yang cepak kaya te...

Tafsir Surat as-Sajdah ayat 11: Kematian

🕋 📖 *#Ayat Kita Hari Ini. Senin 29 Dzulhijjah 1439/ 10 September 2018* قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.” 📖  *Surat As-Sajdah, Ayat 11* _______________ Tafsir Tematik: Sisi Lain Kematian Kematian bukan akhir segalanya, yang berakhir hanya intraksi sosial secara fisik, seperti bertegur sapa dan bercanda dan lain sebagainya. Sedangkan intraksi ruh, masih tetap berlanjut. Misal, manfaat atau keberkahan dari yang sudah meninggal. Contoh, para wali Allah yang selama hidupnya banyak memberi manfaat dan keberkahan kepada sesama, saat sudah wafatpun masih tetap bisa memberi manfaat dan keberkahan. Ini adalah keyakinan dalam ajaran aswaja ala NU. Dalam surat Ali Imran ayat 168 dijelaskan bahwa orang-orang yang meninggal dalam membela ajaran Allah masih hidup. Dasar inilah yang dijad...

Tafsir Politik surat al-An'am ayat 10: Politik ora usah nesu

Gambar
🕋 📖 *#Ayat Kita Hari Ini. Kamis 25 Dzulhijjah 1439/ 06 September 2018* وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحَاقَ بِالَّذِينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka. 📖 *Surat Al-An'am Ayat 10* ___________________________ TAFSIR TEMATIK Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Hinaan, celaan kepada para Rasul sebelum Muhammad saw adalah menjadi penyebab diadzabnya umat terdahulu oleh Allah. Dalam dua ayat sebelumnya dijelaskan bahwa orang musyrik menghina Nabi untuk menurunkan malaikat sebagai bukti kebenaran ajaran Nabi Muhammad saw. Tuntutan yang berbau hinaan itu lalu diturunkannya surat al-An'am ayat 10 ini. Apakah jika malaikat turun membenarkan ajaran Nabi Muhammad saw, mereka akan beriman? Surat al-An'am ayat 8 menjelaskan bahwa sekalipun malaikat turun, mereka tidak aka...

6 Tingkatan Mujtahid fikih

Gambar
Tingkatan ahli fikih atau fuqaha' ada enam tingkatan 1. Mujtahid mustaqil Mujtahid mustaqil adalah seorang ahli fikih yang membuat kaidah-kaidah atau rumusan-rumusa fikih sendiri dan dari kaidah-kaidah fikih tersebut hukum fikih terbangun, seperti para imam-imam madzhab yang empat. Ibnu ‘Abidin menamainya dengan tabaqat al-mujtahidin fi as-sayar'. 2. mujtahid mutlaq ghairu mustaqil Mujtahid mutlaq ghairu mustaqil adalah seorang mujtahid yang sudah sampai pada tingkat mujtahid mustaqil, hanya saja tidak membuat kaidah-kaidah fikih sendiri, akan tetapi mengikuti kaidah-kaidah fikih yang sudah dibuat oleh imam-imam madzhab dalam berijtihad. Seperti murid-murid para imam-imam madzhab, seperti Abi Yusif, Muhammad, dan Zafr dari madzhab Hanafiyah, dan Ibnu Qosim, Asyhab, Asad ibnu al-Farat dari madzhab Malikiyah, dan al-Buwaithi dan al-Muzanni dari madzhab Syafiiyah, dan Abu Bakar alal-Atsram dan Abu Bakar al-Marudi dari madzhab Hambali. Ibnu ‘Abidin menyebutnya dengan tab...

(Not Politik) Kiai ndeso vs Ustadz Kota

Gambar
* Apa kerennya kiai Ndeso? Biasa, tapi dalam biasa itulah tersimpan banyak hal yang mengagumkan. Misal, 1. Kiai-kiai Ndeso tidak suka mengeluarkan fatwa-fatwa. Biasanya beliau-beliau akan merujuk pada hasil bahtsul masa'il. Beda dengan ustadz kota, yang biasanya jika ada majlis taklim atau pengajian membuka sesi tanya-jawab. Apa salahnya? Salahnya adalah ketika ada pertanyaan yang dia tidak tau atau ragu dengan jawaban, si ustadz akan menjawab sekenanya. Masalahnya adalah hukum islam atau syariat Islam tidak bisa dengan 'sekenanya' tersebut. Apakah mau si ustadz itu akan menjawab " tidak tau" ketika ada pertanyaan dan dia tidak tau atau ragu dengan jawaban, seperti yang biasa dilakukan oleh kiai Ndeso? 2. "Kelemahan" kiai ndeso itu biasanya beliau-beliau tidak fasih dalam pengucapan bahasa Arab dan jug tidak begitu suka mengeluarkan dalil-dalil baik dari al-Qur'an ataupun hadits. Beda dengan ustadz kota, biasanya sangat fasih dalam bahasa Ar...