Kemarab
Akhi-ukhti, ana-anta, cak-cuk-gok Dalam bahasa, bahasa Arab tidak punya tatakrama seperti bahasa Jawa. Akhi-Ukhti, ana-anta adalah kata yang penggunaannya sama dengan lawan bicara beda. Bahkan kepada Tuhan sekalipun. Beda dengan bahasa Jawa, kalau lawan bicara umurnya lebih rendah, menggunakan kata " le, tole, nduk" dlsb. Kalau lawan bicara sama derajatnya, menggunakan kata " koe, koen, awakmu, gok, cuk" dlsb, dan kalau lawan bicara lebih tinggi pangkatnya, menggunakan kata " panjenengan, sampeyan, kulo" dlsb. Bahasa madura juga mirip bahasa Jawa. Orang Jawa yang tinggal di Jawa dan berintraksi dengan orang Jawa, lalu menggunakan bahasa "akhi-ukhti" sungguh tidak nJawani, hilang jati diri, karakter sebagai manusia Jawa. Hilangnya jati diri membuat seseorang menjadi "alien"! Lalu mencari identitas baru yang bukan jati dirinya, budayanya, bahkan sejarahnya. Sebab manusia butuh sejarah-sejarah yang menghubungkan dirinya dengan lingk...